SALAM LENSA

Wacana pandidikan terus berkembang sejalan dengan semangat zaman. Para pemikir dan praktisi pendidikan sepakat bahwa karakter building bangsa adalah dipendidikan . 
Dinamika dan kompleksitas pendidikan menjadi sangat menarik, bagi orang yang peduli terhadap dunia (idealis), begitupun menjadi menarik bagi orang yang punya banyak kepentingan (pragmatis).

Pendidikan sebagai PABRIKAN untuk memproduksi SDM, tetapi manusia bukan barang mentah menjadi barang jadi. Pendidikan membangun nilai kemanusian dengan pengetahuan yang bermanfaat bagi manusia itu sendiri (memanusiakan manusia).disertai syarat dan muatan nilai kebaikan.

Perumusan pendidikan dan anggaran yang besar tidak akan menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia apabila manusia yang terlibat tidak memiliki rasa kemanusian peduli pada sesama.

Issu pendidikan berbasis karakter dan perubahan kurikulum di Indonesia hanya diminati bagi manusia yang pragmatis, orang pintar hanya mempintari orang yang kurang pintar, tapi bagi manusia yang idealis, pendidikan menghasilkan kebaikan, kemandirian keberanian ,dan sains yang sejalan dengan kebermanfatan manusia itu sendiri'

"RINDU AKU"


Permisi maaf sebelum nya kalau saya lancang

Ingin meminta tempat Untuk menuangkan sebuah ungkapan hati lewat Puisi:

"RINDU AKU"
Aku rindu berada dalam cinta
Aku rindu bagaimana rasanya hangat dan damai saat kita bersama
Aku rindu panggilan hanya untuk mengatakan aku memikirkanmu
Aku rindu berada dalam rona asmara
Aku rindu menghampiri ke kedua lengannya terbuka lebar dan bersedia memelukku
Aku rindu menari bersama-sama untuk mencintai melodi manis ketika dalam suasana hati saat bersamamu
Aku rindu ketika kau membuat tersenyum ketika aku merasa begitu malu
Satu kata yang ingin kuucapkan
Aku rindu padamu sayangku'

MENGALIR SEPERTI AIR


Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya, "Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati." Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit."
"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu bernama, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."

Aku ingin tetap Sekolah


Temaram lampu jalanan menerangi jalan Raya Margonda Depok. Depok di malam hari ibarat nyonya mau pergi ke pesta. Terlihat cantik walau sedikit genit, namun tetap enak untuk dilihat. Sementara terminal Depok tidak pernah kesepian para penghuninya, sepanjang jalan Margonda kendaraan padat merayap. Di sisi kiri dan kanan sejumlah gedung pertokoan dan super market masih disibukkan oleh para pembeli.

Aku sengaja mengintip suasana Depok di malam hari. Jembatan penyebrangan yang menguhubungkan tepian terminal dengan Ramayana, kelihatannya sudah beralih fungsi menjadi pilihan yang tepat untuk memotret suasana lebih leluasa. Depok terlihat sebagai kota metropolis, yang terus bergeliat mempercantik diri, dengan segala kelebihan yang dimilikinya.

Senyuman Terindah


Biduk rumah tangga tidak selalu berlayar dalam ombak samudra yang tenang. Seringkali badai gelombang membuatnya terombang-ambing. Dan tidak jarang navigasi tidak berfungsi serta kompas tidak memberikan arah. Jika saja tidak ada cinta, maka samudera kehidupan akan segara menenggelamkannya.

Anak-anak yang lucu dan manis, sejatinya terlahir dari rahim yang dipupuk dan disemai dengan ramuan cinta kasih. Walau tidak jarang mereka lahir dari faktor keterpaksaan atau bahkan tumbuh dan besar dalam balutan dusta dan dosa.

“Rindu Kami Pada-Mu Ya Rasulullah”


Setiap pribadi muslim, pada umumnya hapal sebuah hadist yang berbunyi : “ Innamaa bu’istu Li utaamima makarimal ahlaq – sesungguhnya Aku (Muhammad SAW) diutus untuk menyempurnakan ahlaq “.

Dengan hadist ini, diharapkan pula bahwa setiap muslim, adalah tipikal manusia yang sangat obsesif untuk menumpahkan kerinduannya kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sangat bersahaja, fathonah (cerdas, genius), amanah (commited, jujur), komunikatif (tabligh), dan siddiq (tidak pernah berbohong).

Alangkah luhurnya pribadi Rasulullah, wajahnya yang bercahaya, tutur katanya yang lemah lembut, menyejukkan, dihatinya terbuka jiwa pemaaf yang luar biasa dan senantiasa tersungging senyum dibibirnya.